Kamis, 17 Desember 2015



PENDAPAT DAN IMPIANMU TENTANG PENDIDIKAN INDONESIA :
Indonesia adalah tempat saya dilahirkan. Yah, tentu saja masa depan bangsa Indonesia salah satunya ada ditangan generasi muda, termasuk saya. Indonesia yang kaya akan keberagaman budaya, yang kaya akan suku bangsa, yang kaya akan sumber daya alam, bermacam-macam agama, melukiskan elok nya pesona negeriku Indonesia. Keindahan Indonesia akan semakin lengkap jika di dukung oleh pemuda/pemudi yang cerdas. Faktor pendidikan yang menjadi salah satu kemajuan bangsa Indonesia. Indonesia yang terhampar dari Pulau Sabang hingga Pulau Merauke, seluruh masyarakat Indonesia harus mendapat pendidikan yang layak dan berkualitas. Karena Indonesia begitu luas dan terdiri dari beberapa kepulauan, ini yang menjadi salah satu penyebab kurang meluasnya pendidikan di seluruh Indonesia.
Pendidikan adalah hak seluruh masyarakat Indonesia, impian saya terhadap pendidikan Indonesia adalah “semakin meluas dan berkualitas”. Tentu saja bukan hal mudah untuk mewujudkan “meluas dan berkualitas”. Indonesia membutuhkan tenaga-tenaga profesional untuk mewujudkan itu semua, terutama di daerah yang jarang tersentuh dan yang jauh dari akses masyarakat luas (perbatasan dan pedalaman). Terwujudnya pendidikan yang merata akan menjadikan Indonesia semakin maju,coba saja kita bayangkan, jika generasi yang cerdas tersebar di seluruh wilayah Indonesia, apa yang terjadi pada Indonesia ? perubahan dan kemajuan yang akan terjadi di Indonesia ini. Para generasi yang terdidik dan cerdas dapat mengelola daerah nya sehingga menjadi sempurna Indonesia kita. Kemiskinan akan hilang karena para pemuda/pemudi yang cerdas dapat meningkatkan perekonomian . Bukan hanya kemiskinan yang teratasi banyak hal yang dapat teratasi jika banyak generasi muda yang mempunyai pendidikan yang tinggi dan tentunya berakhlak mulia.
JIKA KAMU TERPILIH INPIRASI APA YANG AKAN KAMU BAGIKAN :
               Jika saya terpilih inspirasi yang saya bagikan adalah :
               Saya adalah mahasiswa yang mengambil konsentrasi ilmu keguruan, tentu saja tidak jauh dari bidang pendidikan. Kualitas pendidikan yang menjadi prioritas dalam dunia pendidikan. Metode dan strategi dalam mengajar yang saya pelajari akan saya bagikan dan saya tingkatkan motivasi serta minat belajar para calon pemimpin bangsa disana yang akan saya kunjungi. Inspirasi dan motivasi untuk memajukan Indonesia itu yang harus menjadi salah satu amunisi dalam kegiatan ini. Saya adalah pemudi pemegang tanggung jawab atas kemajuan bangsa ini. Tersedianya program ini sangat membantu para pemuda/pemudi untuk melihat dan membuka mata bahwa pengabdian kita di tunggu oleh para generasi bangsa di sana.
               Kualitas pendidikan yang berkualitas di imbangi dengan pembentukan karakter, akan menjadikan masyarakat menjadi insan yang mulia. Dengan ilmu dan karakter yang baik, akan menjadikan masyarakat lebih arif dalam menyikapi segala hal termasuk juga dalam meningkatkan kemajuan bangsa Indonesia. Untuk memajukan Indonesia, bukan hanya meningkatkan hal dalam bidang pendidikan. Indonesia terdiri dari beberapa elemen masyarakat yang berperan aktif dalam pembangunan, antara lain : bidang hukum, bidang ekonomi, bidang kesehatan dan masih banyak lagi. Semua elemen tersebut harus terjun juga dan ikut membangun seluruh bagian wilayah Indonesia, inilah yang dinamakan pengabdian yang sempurna, karena semua elemen masyarakat ikut membangun. Jika semua sudah ikut membangun negeri, tentu saja kemajuan lebih mudah dicapai.
CERITAKAN SINGKAT TENTANG PENGALAMAN ANDA MENGUNJUNGI BERBAGAI DAERAH DI INDONESIA :
               Indonesia memang Indah, keindahan itulah yang membuat saya ingin melihat seluruh wilayah Indonesia. Selama ini, tempat yang sering saya kunjungi adalah sekolah-sekolah dasar yang ada di daerah kota. saya sering mengunjungi sekolah dasar yang mempunyai kualitas yang bagus hingga yang biasa-biasa saja. Saya mengobservasi, apa yang dihasilkan oleh sekolah tersebut, dan masih banyak lagi aspek yang saya teliti guna meningkatkan kemampuan saya sebagai guru yang profesional. Pengelolaan lembaga pendidikan yang menjadikan kualitas pendidikan itu baik atau buruk. Dari kunjungan yang saya lakukan, banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan menumbuhkan kreatifitas dan inovasi baru bagi seorang pendidik, agar lebih bisa meningkatkan profesionalitas ketika esok mengabdi setelah sarjana.
               Selain itu, saya pernah mengikuti program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh pihak kampus. Kebetulan saat itu sasaran wilayahnya adalah di daerah pacitan. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menuju tempat tersebut, dan tentunya melewati jalan-jalan pegunungan dengan kanan-kirii jalan berupa tebing dan jurang-jurang serta banyak tikungan tajam di sepanjang jalan. Setibanya disana, saya ditempatkan di sebuah TK (Taman Kanak-kanak). Disana sangat memprihatinkan, dimana hanya ada satu ruangan yang kurang lebih 5x3 meter yang disekat menjadi 2 kelas. Sungguh, memprihatinkan sekali ruang kelas yang digunakan untuk pembelajaran. Beberapa hari di pacitan,  memberi kenangan dan pengalaman yang sangat menggetarkan hati. Ketika itu, kebetulan saja gempa terjadi, namun hanya beberapa menit saja. Kunjungan tersebut sangat mengesankan, dimana saya melihat bagaimana potret pendidikan di wilayah pedalaman yang jauh dari ibu kota jawa timur.


Implementasi Metode Pembelajaran Dalam Al-Qur’an
            Sejarah Pendidikan Islam di awali dengan turun nya agama islam kepada nabi Muhammad SAW. Islam adalah agama yang rahmatal lil ‘alamin, sudah seharusnya dan sewajarnya membawa kebaikan dan manfaat untuk umat di dunia ini. Dari awal Nabi Muhammad menerima wahyu yang pertama di gua Hira berupa Surah Al-Alaq, Nabi Muhammad memulai kegiatan pendidikan yang diberikan kepada istrinya dahulu yaitu Siti Khadijah. Siti Khadijah adalah orang pertama yang menerima ajaran dan keyakinan Nabi Muhammad SAW. Kemudian adalah keluarga dekat dan para sahabat-sahabatnya yang menerima ajaran Rasulullah SAW. Semakin lama, Rasul juga semakin luas mengajarkan agama islam kepada masyarakat sekitarnya, banyak yang menentang dan banyak juga yang menerima, bermacam-macam respon penolakan yang diterima oleh rasul, tapi Rasul tetap gigih dan bersemangat untuk memperbaiki keadaan kaum kafir quraisy yang ada disekitarnya. Pendidikan yang dilakukan oleh rasul tentunya bukan ala kadarnya, nabi juga menerapkan strategi dan metode dalam pengajaran agama  islam agar para pendengarnya tidak cepat bosan, seperti yang ada dalam :
a.   Metode hikmah, memberi nasihat/ceramah dan dialog/diskusi (Q.S. : al-Nahl/16: 125)
    
     ادْعُ إِلى‏ سَبيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَ الْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَ جادِلْهُمْ بِالَّتي‏ هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبيلِهِ وَ

هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدينَ


125. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang terbaik. Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

b.   Metode demonstrasi (Q.S. : al-Maidah/5 : 27-31)

     وَ اتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبا قُرْباناً فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِما وَ لَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قالَ

إِنَّما يَتَقَبَّلُ اللهُ مِنَ الْمُتَّقينَ

27. Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, lalu diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia (Qabil) berkata, "Aku pasti membunuhmu!" Habil berkata, "Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa.
لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَني‏ ما أَنَا بِباسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ إِنِّي أَخافُ اللهَ رَبَّ الْعالَمينَ


28. Sungguh kalau kamu menjulurkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menjulurkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam.
إِنِّي أُريدُ أَنْ تَبُوءَ بِإِثْمي‏ وَ إِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحابِ النَّارِ وَ ذلِكَ جَزاءُ الظَّالِمينَ


29. Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim."
فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخيهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخاسِرينَ


30. Maka hawa nafsu Qabil menggerakkannya untuk membunuh saudaranya. Sebab itu, ia membunuh saudaranya itu, maka Qabil termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi.





c.    Metode pembiasaan (Q.S al-Baqarah/2: 219)
    
يَسْأَلُوْنَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَ الْمَيْسِرِ قُلْ فِيْهِمَا إِثْمٌ كَبِيْرٌ وَ مَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَ إِثْمُهُمَآ أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا وَ يَسْأَلُوْنَكَ مَاذَا

يُنْفِقُوْنَ قُلِ الْعَفْوَ كَذَلِكَ يُبيِّنُ اللهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَ


219. Mereka bertanya kepadamu tentang khamar (minuman keras) dan judi. Katakanlah, "Keduanya memiliki dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi, dosanya lebih besar daripada manfaatnya." Dan mereka bertanya kepadamu tentang apa yang harus mereka nafkahkan. Katakanlah, "Yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir (merenung),

d.   Metode perumpamaan (Q.S. : al-Baqarah/2 : 261)

     مَّثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ أَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ وَ اللهُ

يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَ اللهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ


261. Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir; pada setiap bulir terdapat seratus biji. Dan Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

e.   Metode eksperimen (Q.S. : al-Rum/30 : 50).

     فَانْظُرْ إِلى‏ آثارِ رَحْمَتةِ اللهِ كَيْفَ يُحْيِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِها إِنَّ ذلِكَ لَمُحْيِ الْمَوْتى‏ وَ هُوَ عَلى‏ كُلِّ شَيْ‏ءٍ قَديرٌ


50. Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa menghidupkan bumi) itu benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

f.    Metode keteladanan (Q.S. : al-Shaf/61 : 2-3).
يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مالا تَفْعَلُونَ
2. Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan?
كَبُرَ مَقْتاً عِنْدَ اللهِ أَنْ تَقُولُوا مالا تَفْعَلُونَ
3. Amat besar kebencian di sisi Allah bila kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan.
            Nabi Muhammad adalah guru yang sangat sempurna, dimana bukan hanya memperhatikan strategi dan metodenya saja, tetapi materi yang disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik masyarakat pada saat itu. Seperti contoh, di kota Makkah, pada saat itu kaum Quraisy banyak yang kafir, mereka tidak mempercayai tentang ke-Esa-an Allah oleh karena itu beliau mengajarkan tentang tauhid. Tak beda dengan periode Madinah, yang pada waktu itu sedang mengalami konflik antara kaum muhajirin dan kaum ansar. Beliau mengajarkan tentang ilmu-ilmu sosial dan kemasyarakatan. Pendidikan Islam bukan hanya membentuk kader islam, tetapi juga mengembangkan kesejahteraan sosial dan keseimbangan antara alam semesta.
            Nabi Muhammad berdakwah di dua kota, yaitu Makkah dan Madinah. Pada kota Makkah ini adalah pengenalan agama islam, dan pada kota Makkah adalah pengenalan ajaran agama islam. Sedangkan di kota madinah adalah pengajaran dan pengembangan dari pendidikan yang ada di kota Makkah. Pendidikan yang dilakukan oleh rasul ini yang perlu dijadikan tolok ukur pada dunia pendidikan islam pada saat ini. Rasulullah berhasil membina kaum kafir Quraisy menjadi manusia-manusia  muttaqien dalam waktu kurang lebih 23 tahun. Waktu yang singkat bukan? Ini yang perlu di kaji oleh kita saat ini, teori-teori, sistem atau langkah-langkah strategis yang digunakan nabi Muhammad untuk mencapai keberhasilan tersebut.
            Ketika masa Rasulullah, ada juga ilmu pendidikan yang berasal dari barat dan timur. Dalam mencari ilmu, sudah pasti ilmu sebanyak-banyaknya akan di cari asalkan yang mendatangkan manfaat dan hal yang positif. Pendidikan barat dan timur mempunyai pandangan yang berbeda berkaitan dengan tujuan ilmu pengetahuan tersebut, pada ilmu pengetahuan yang berasal dari timur di bawa oleh nabi Muhammad SAW, dimana Islam menganggap hidup bukan suatu akhir dari segalanya tetapi alasan untuk mencapai tujuan-tujuan spritual setelah hidup. Sedangkan dalam pandangan Barat, kenikmatan menjadi tujuan akhir hidup yang didukung oleh materi yang berkecukupan. Dalam agama islam mengenal kehidupan setelah kematian, yaitu kehidupan akhirat, dimana dunia ini yang dijadikan sebagai ladang akhirat. Oleh karena itu, setiap apa yang di perbuat di dunia pasti akan berakibat di akhirat kelak.
TRANSLITERASI SURAH AL-BAQARAH



فَتَلَقَّى آدَمُ مِن رَّبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Innahu huwa attawwa>bu ar-Rah}imu fatalako adamu min rabbuhi kalima>tin fata>ba ‘alaiyhi 


37. Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhan-nya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
قُلْنَا اهْبِطُوْا مِنْهَا جَمِيْعاً فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُوْنَ

Yah}zanu>na minniy hudan faman tabi’a huda>ya fala> khoufu ‘alaiyhim wa la> hum kolna> ah-bitouw minha> jami>’an faimma> ya’ tiyannakum yah}zanu>na
. Kami berfirman, "Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya mereka tidak akan merasa takut dan tidak (pula) bersedih hati."
وَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَ كَذَّبُوْا بِآيَاتِنَا أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيْهَا خَالِدُوْنَ

Ash}abu an-Na>ri hum fi>ha> kholidu>na wa al-Ladzi>na kafaru> wa kadhabu> bia>ya>ti na> auwlaika
39. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.