Implementasi Metode Pembelajaran Dalam Al-Qur’an
Sejarah Pendidikan
Islam di awali dengan turun nya agama islam kepada nabi Muhammad SAW. Islam
adalah agama yang rahmatal lil ‘alamin, sudah seharusnya dan sewajarnya membawa
kebaikan dan manfaat untuk umat di dunia ini. Dari awal Nabi Muhammad menerima
wahyu yang pertama di gua Hira berupa Surah Al-Alaq, Nabi Muhammad memulai
kegiatan pendidikan yang diberikan kepada istrinya dahulu yaitu Siti Khadijah.
Siti Khadijah adalah orang pertama yang menerima ajaran dan keyakinan Nabi
Muhammad SAW. Kemudian adalah keluarga dekat dan para sahabat-sahabatnya yang
menerima ajaran Rasulullah SAW. Semakin lama, Rasul juga semakin luas
mengajarkan agama islam kepada masyarakat sekitarnya, banyak yang menentang dan
banyak juga yang menerima, bermacam-macam respon penolakan yang diterima oleh
rasul, tapi Rasul tetap gigih dan bersemangat untuk memperbaiki keadaan kaum
kafir quraisy yang ada disekitarnya. Pendidikan yang dilakukan oleh rasul
tentunya bukan ala kadarnya, nabi juga menerapkan strategi dan metode dalam
pengajaran agama islam agar para
pendengarnya tidak cepat bosan, seperti yang ada dalam :
a.
Metode hikmah, memberi nasihat/ceramah dan dialog/diskusi (Q.S. :
al-Nahl/16: 125)
ادْعُ إِلى سَبيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَ الْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَ جادِلْهُمْ بِالَّتي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ
أَعْلَمُ بِمَنْ
ضَلَّ عَنْ سَبيلِهِ وَ
هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدينَ
125. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang terbaik. Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
b.
Metode demonstrasi (Q.S. : al-Maidah/5 : 27-31)
وَ اتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبا قُرْباناً فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِما وَ لَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ
الْآخَرِ قالَ
لَأَقْتُلَنَّكَ قالَ
إِنَّما يَتَقَبَّلُ اللهُ مِنَ الْمُتَّقينَ
27. Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, lalu diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia (Qabil) berkata, "Aku pasti membunuhmu!" Habil berkata, "Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa.
لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَني ما أَنَا بِباسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ إِنِّي أَخافُ اللهَ رَبَّ الْعالَمينَ
28. Sungguh kalau kamu menjulurkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menjulurkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam.
إِنِّي أُريدُ أَنْ تَبُوءَ بِإِثْمي وَ إِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحابِ النَّارِ وَ ذلِكَ جَزاءُ الظَّالِمينَ
29. Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim."
فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخيهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخاسِرينَ
30. Maka hawa nafsu Qabil menggerakkannya untuk membunuh saudaranya. Sebab itu, ia membunuh saudaranya itu, maka Qabil termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi.
c.
Metode pembiasaan (Q.S al-Baqarah/2: 219)
يَسْأَلُوْنَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَ الْمَيْسِرِ قُلْ فِيْهِمَا إِثْمٌ كَبِيْرٌ وَ مَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَ إِثْمُهُمَآ أَكْبَرُ مِن
نَّفْعِهِمَا وَ
يَسْأَلُوْنَكَ مَاذَا
يُنْفِقُوْنَ قُلِ الْعَفْوَ كَذَلِكَ يُبيِّنُ اللهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَ
219. Mereka bertanya kepadamu tentang khamar (minuman keras) dan judi. Katakanlah, "Keduanya memiliki dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi, dosanya lebih besar daripada manfaatnya." Dan mereka bertanya kepadamu tentang apa yang harus mereka nafkahkan. Katakanlah, "Yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir (merenung),
d.
Metode perumpamaan (Q.S. : al-Baqarah/2 : 261)
مَّثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ أَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنبُلَةٍ
مِّائَةُ حَبَّةٍ
وَ اللهُ
يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَ اللهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
261. Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir; pada setiap bulir terdapat seratus biji. Dan Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
e.
Metode eksperimen (Q.S. : al-Rum/30 : 50).
فَانْظُرْ إِلى آثارِ رَحْمَتةِ اللهِ كَيْفَ يُحْيِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِها إِنَّ ذلِكَ لَمُحْيِ الْمَوْتى وَ هُوَ عَلى كُلِّ
شَيْءٍ قَديرٌ
50. Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa menghidupkan bumi) itu benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
f.
Metode keteladanan (Q.S. : al-Shaf/61 : 2-3).
يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مالا تَفْعَلُونَ
2.
Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu
kerjakan?
كَبُرَ مَقْتاً عِنْدَ اللهِ أَنْ تَقُولُوا مالا تَفْعَلُونَ
3.
Amat besar kebencian di sisi Allah bila kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu
kerjakan.
Nabi Muhammad
adalah guru yang sangat sempurna, dimana bukan hanya memperhatikan strategi dan
metodenya saja, tetapi materi yang disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik
masyarakat pada saat itu. Seperti contoh, di kota Makkah, pada saat itu kaum
Quraisy banyak yang kafir, mereka tidak mempercayai tentang ke-Esa-an Allah
oleh karena itu beliau mengajarkan tentang tauhid. Tak beda dengan periode
Madinah, yang pada waktu itu sedang mengalami konflik antara kaum muhajirin dan
kaum ansar. Beliau mengajarkan tentang ilmu-ilmu sosial dan kemasyarakatan.
Pendidikan Islam bukan hanya membentuk kader islam, tetapi juga mengembangkan
kesejahteraan sosial dan keseimbangan antara alam semesta.
Nabi Muhammad berdakwah
di dua kota, yaitu Makkah dan Madinah. Pada kota Makkah ini adalah pengenalan agama
islam, dan pada kota Makkah adalah pengenalan ajaran agama islam. Sedangkan di
kota madinah adalah pengajaran dan pengembangan dari pendidikan yang ada di
kota Makkah. Pendidikan yang dilakukan oleh rasul ini yang perlu dijadikan
tolok ukur pada dunia pendidikan islam pada saat ini. Rasulullah berhasil
membina kaum kafir Quraisy menjadi manusia-manusia muttaqien dalam waktu kurang lebih 23
tahun. Waktu yang singkat bukan? Ini yang perlu di kaji oleh kita saat ini,
teori-teori, sistem atau langkah-langkah strategis yang digunakan nabi Muhammad
untuk mencapai keberhasilan tersebut.
Ketika masa
Rasulullah, ada juga ilmu pendidikan yang berasal dari barat dan timur. Dalam
mencari ilmu, sudah pasti ilmu sebanyak-banyaknya akan di cari asalkan yang
mendatangkan manfaat dan hal yang positif. Pendidikan barat dan timur mempunyai
pandangan yang berbeda berkaitan dengan tujuan ilmu pengetahuan tersebut, pada
ilmu pengetahuan yang berasal dari timur di bawa oleh nabi Muhammad SAW, dimana
Islam menganggap hidup bukan suatu akhir dari segalanya tetapi alasan untuk
mencapai tujuan-tujuan spritual setelah hidup. Sedangkan dalam pandangan Barat,
kenikmatan menjadi tujuan akhir hidup yang didukung oleh materi yang
berkecukupan. Dalam agama islam mengenal kehidupan setelah kematian, yaitu
kehidupan akhirat, dimana dunia ini yang dijadikan sebagai ladang akhirat. Oleh
karena itu, setiap apa yang di perbuat di dunia pasti akan berakibat di akhirat
kelak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar