Kamis, 21 November 2013

DESENTRALISASI PENDIDIKAN  SUATU KEHARUSAN

          Masyarakat dan bangsa indonesia kkini suddah berada pada di dalam suatu era baru,era reformasi.  Era reformasi adalah suatu perubahan besar yang melanda Asia. Demikian penglihatan Anwar Ibrahim di dalam suratnya dari penjara. Dalam masa transisi menuju suatu masyarakat yang baru dan demokratis, telah melahirkan suatu eforia yang dapat bermuara kepada desintegrasai bangsa. Jelas kira nya apabila kita ingin mewujudkan nilai-nilai reformasi dalam masyarakat ,maka pertanyaan yang muncul pada kita ialah: apa peran pendidikan nasional dalam menata kembali kehidupan masyarakat dan bangsa indonesia . Salah satu masalah yang perlu segera di pecahkan ialah bagaimana pendidikan nasional sebagai proses pembudayaan dapat difungsikan kembali untuk imtegrasia indonesia.
            Pada masa orde baru, hak-hak individu telah di rampas oleh pemerintah, demokrasi dan kebebasan individual sudah tak di akui. Keadaan ini telah melahirkan suatu pemerintahan yang otoriter dan terpusat dan tidak mengakui akan hak-hak daerah. Kekayaan nasional dan kekayaan politik telah di eksploitasi oleh kalangan elite politik dan ekonomi di pusat.  Keadaan yang seperti itu, telah melahirkan sikap tidak percaya kepada pemarintah sejak berpulu-puluh tahun yang lalu.Oleh sebaba itu, desentralisasi atau otonomi daerah telah merupakan salah satu tuntutan era reformasi. Termasuk tuntutan reforasia dalam desentralisasi sistem pendidikan.
            Ada tiga hal yang berkaitan dengan urgensi desentralisasi pendidikan, yaitu : pembangunan masyarakat yang demokratis, pengembangan pendapatan sosial, dan peningkatan daya saing bangsa.
            Demokrasia sangat penting dalam hidup bermasyarakat. Dari sikap yang demokratis ini melahirkan sikap toleransi yang tinggi serta manjadi masyarakat yang terbuka, dalam artian terbuka dalam mengakui perbedaan-perbedaan yang ada di dalam masyarakat. Tanpa adanya toleransi yang tinggi, tidak mungkin terwujudnya suatu stabilitas sosial dalam bermasyarakat. Sikap Demokratis tidak dapat muncul begitu saja, tapi merupakan wujud dari suatu proses. Proses tersebut ialah suatu proses pendidikan. Pendidikan dasar merupakan fondasi yang kuat dalam suatu masyarakat suatu bangsa dan pendidikan adalah hak setiap warga negara . Oleh karenaa itu, pendidikan dasar harus di jadikan sebagai prioritas dalam membangun suatu masyarakat indonesia baru. Pembangunan masyarakat demokrasia meminta suatu generasia pemimpin yang demokrat, terbuka, bebas dari virus KKN. Oleh sebab itu, sosok pemimpin yang seperti ini hanya dapat dihasilkan dalam proses pendidikan yangs  sesuai.
            Sistem pendidikan yang sentralisasi dapat mematikan kemampuan berinovasi  tentunya tidak sesuai denagn pengembangan masyarakat demokrasi terbuka. Oleh sebab itu, desentralisasi pendidikan berarti lebih mendekatkan proses pendidikan kepada rakyat sebagai empunya pendidikan itu sendiri.
            Di dalam suatu pemerintahan yang otoriter, masyarakat tidak mempunyai tempat daya saing, oleh karena itu, masayrakat lebih lambat dalam perkambangannya. Masyarakat bergerak dengan komando, tanpa adanya inisiatif untuk bergerak sendiiri. Eksistensi suatu bangsa terlihat jika dia selalu memperbaiki diri dan meningkatkan kemampuannya.

            Pemerintahan pusat tak seharusnya mensentralisasikan sistem pendidikan. Desentralisasi suatu keharusan dan kewajiban dalam mengatur suatu kebijakan pendidikan nasional. Tiap pemerintah daerah mengetahui dan memahami betul terhadap kondisi daerahnya, karakteristik daerahnya, dan situasi daerahnya. Biar pemerintah daerah yang menangani kebijakan tiap-tiap daerahnya agar output yang dihasilkan lebih berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi di kancah internasional. Oleh karena itu, Sudah sewajarnya pemerintah pusat harus mencuci tangan akan kebijakan pendidikan dan menyerahkan seluruhnya kepada pemerintah daerah masing-masing. Demi terwujudnya suatu  perubahan bangsa yang merubah indonesi a menjadi yang lebih baik, dan mengangkat derajat martabat negara indonesia di mata dunia..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar